Kamis, 27 Maret 2014

bentuk bentuk surat


CONTOH CONTOH MODEL SURAT
CONTOH SURAT BENTUK FULL BLOCK


TOKO DUA BOLA
Jalan Surya Kencana 16
BOGOR

1 April 2014
Nomor : 01/A/IV/05
Lampiran: –
Perihal
: Buku Tulis xyz
Kepada CV. “kuping”
Jalan A. Yani 55
JAKARTA
Dengan hormat.
Dari iklan yang dimuat di Harian Sinar Harapan yang terbit 7 bulan ini kami membaca bahwa Tuan mempunyai cukup
persediaan Buku Tulis xyz dengan kertas HVS berisi 13 dan 21 halaman.
Oleh karena iklannya hanya menjelaskan dengan dijual “Banting” maka dengan keterangan itu kami minta Tuan suka memberikan keterangan lebih lanjut tentang harga yang dimaksudkan. Hal itu perlu kami tanyakan tentang berapa harga dan bagaimana tentang potongan atau premi yang dapat kami peroleh, apabila kami membeli dalam partai besar.
Jika nanti syarat-syaratnya memuaskan dan kami setuju, maka kami akan memesan paling sedikit 99 peti dari setiap
jenis barang yang Tuan tawarkan itu.
Kami sangat menunggu keterangan Tuan secepatnya, hingga kami dapat mengatur pesanan yang akan kami kirimkan
dengan segera.



Hormat kami,
TOKO DUA BOLA
Yanti fitriyani
Direktur/tri

CONTOH SURAT BENTUK SEMI BLOCK
KANTOR AKUNTAN JAYA
Jalan Abimanyu 67
JAKARTA PUSAT

Nomor : 1.B/IV/2007                                                              1 April 2014
Lampirn:–
Perihal : Pemeriksaan Buku


CV. “Karya Indah”
Jalan Raden Saleh 41
Tegal

`
Tuan yang terhormat,
Membalas surat Tuan satu minggu yang lalu, dengan ini kami kabarkan bahwa Laporan dari Ahli Pemeriksa Buku Dagang kami telah mengirimkan kepada Tuan satu bulan yang lalu. Mungkin Laporan tersebut tidak sampai kepada Tuan.
Seperti ternyata dalam Neraca itu keuntungan Tuan dalam Tahun 2003 sebesar Rp 120 juta. Keuntungan ini kami anggap masih kurang besar, menilik keadaan CV Tuan yang yang cukup besar dan memuskan. Kami berani pastikan bahwa keuntungan pada tahun yang akan datang bisa mencapai 10% lebih kalau dijalankan lebih teliti. Pos-pos ongkos misalnya tentu dapat diturunkan dengan beberapa ratus ribu rupiah.
Selanjutnya kami sarankan agar Tuan memperbesar kapital Tuan mengingat hasil-hasil
yang Tuan peroleh dalam tahun yang lalu tak sukar mencari kapital yang dibutuhkan.
Demikin saran-saran kami secara singkat, untuk mendalami semua bagian CV. Tuan kami
persilahkan membaca laporan trakhir.



Hormat kami,
Yanti fitriyani
Pimpinan

CONTOH SURAT BENTUK  MODIFIED BLOCK STYLE

KANTOR AKUNTAN JAYA
Jalan Abimanyu 12
JAKARTA PUSAT

Nomor : 1.B/V/2007                                                               1 April 2014
Lampirn:- -
Perihall : Pemberitahuan
CV. “Karya Indah”
Jalan Raden Saleh 41
TEGAL
Tuan yang terhormat,
Membalas surat Tuan satu minggu yang lalu, dengan ini kami kabarkan bahwa Laporan dari Ahli Pemeriksa Buku Dagang kami telah mengirimkan kepada Tuan sa-tu bulan yang lalu. Mungkin Laporan tersebut tidak sampai kepada Tuan.
Seperti ternyata dalam Neraca itu keuntungan Tuan dalam Tahun 2003 sebesar Rp 120 juta. Keuntungan ini kami anggap masih kurang besar, menilik ke-adaan CV Tuan yang yang cukup besar dan memuskan. Kami berani pastikan bah-wa keuntungan pada tahun yang akan datang bisa mencapai 10% lebih kalau dija-lankan lebih teliti. Pos-pos ongkos misalnya tentu dapat diturunkan dengan beberapa ratus ribu rupiah.
Selanjutnya kami sarankan agar Tuan memperbesar kapital Tuan mengingat hasil-hasil yang Tuan peroleh dalam tahun yang lalu tak sukar mencari kapital yang dibutuhkan.
Demikin saran-saran kami secara singkat, untuk mendalami semua bagian CV. Tuan kami
persilahkan membaca laporan trakhir.

Hormat Kami
KANTOR AKUNTAN JAYA
Yanti fitriyani
Pimpinan
CONTOH SURAT BENTUK block style

CV. SENTRAL ASIA
Jalan Pekayon 311
SEMARANG
Nomor : 02/A/IV/07                                                                                       1 April 2014
Lampiran : –
Perihal : Faktur No.07
Toko. “Satria”
Jalan Mantingan
NGANJUK
Dengan hormat.
Baru-baru ini kami telah menerima kiriman tekstil bermacam-macam warna kualitas Jepang dan Hongkong. Coraknya sangat bagus dan harganya turun rata-rata 10%, jika dibandingkan tiga bulan yang lalu. Daftar harga untuk barang-barang tersebut kami lampirkan bersama itu.
Disamping itu kesempatan ini kami pergunakan pula untuk mempertanyakan pula pada Tuan, bahwa pada waktu memeriksa buku-buku debitur kami dapati catatan di sebelah debet sebesar Rp. 1.7500.000,00 yaitu mengenai faktur kami No. 07. Menurut perjanjian faktur tersebut sudah Tuan bayar selambat-lambatnya akhir bulan ini. Mungkin karena kesibukan Tuan tidak sempat mengirimkan jumlah uang tersebut.
Sambil menunggu pesanan Tuan kami mengharapkan pembayaran rekening tersebut.


Hormat kami,
CV. CENTRAL ASIA.
  
Yanti fitriyani
Direktur/tri 

16 macam tenses beserta contoh kalimatnya


16 tenses
1 PRESENT TENSE  2 PRESENT CONTINOUS TENSE   3 PAST TENSE
4 PAST CONTINOUS TENSE 5 SIMPLE FUTURE TENSE 6 PAST FUTURE TENSE
7 PRESENT PERFECT TENSE 8 PAST PERFECT TENSE 9 FUTURE CONTINOUS TENSE
10 PRESENT PERFECT CONTINOUS TENSE 11 PAST PERFECT CONTINOUS TENSE
12 FUTURE PERFECT TENSE  13 FUTURE PERFECT CONTINOUS TENSE
14 FUTURE PAST CONTINOUS TENSE 15 FUTURE PAST PERFECT TENSE
16 FUTURE PAST PERFECT CONTINOUS TENSE 
rumus dan contoh kalimatnya
1.PRESENT TENSES
*Rumus:
1) Positif (+) = S+V1(es/s)+O
2) Negatif (-) = S+Do/does+Not+V1+O
3) Introgatif(?) =Do/does+S+V1+O
*Example:
1. (+) He writes a letter every month
    (-) He doesn’t writes a letter every month
    (?) Does he writes a letter every month?
2. (+) She teaches English every week
    (- ) She doesn’t teaches English every week
    (?) Does she teaches English every week?
3.(+) They studys matematic every day
   (- ) They don’t studys matematic every day
   (?) Do they studys matematic every day?

2.PRESENT CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif : S+V.ing+O
2. Negatif : S+do/does+not+V1+O
3. Introgatif : Do/does +S+V1+O
*Example:
1. (+) I am teaching English at the first grade of SMK cantik
    (-) I am not teaching English at the first grade of SMK cantik
   
(?) Am I teaching Englidh at the first grade of SMK cantik ?
2. (+) you are writing present continous now
    (-) you are not writing present continous now
    (?) are you writing present continous now?
3. (+) we are learning tenses now
    (-) we are not learning tenses now
    (?) are we learning tenses now?

3.PAST TENSES
*Rumus:
1. Positif (+) : S+V2+O
Negatif (-) : S+Did not+V2+O
Introgatif (?): Did+S+V2+O

*Example:
1. (+) Sarah invite me last week
    (-) Sarah did not invite last week
    (?) Did Sarah invite last week?
2. (+) I went to Jakarta yesterday
    (-) I went not to Jakarta yesterday
    (?) went I to Jakarta yesterday?
3. (+) You watch tv last week
    (-) You did not watch tv last week
    (?) Did you watch tv last week?

4.PAST CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+was/were+vVing+O
2. Negatif (-): S+was/were+not+v.ing+o
3. introgatif (?): was/were+S+v.ing+o

*Examp;e:
1. (+)The third year student were sitting behind the teacher’s now yesterday
    (-) The third year student were not sitting behind the teacher’s now yesrterday
    (?) Were the third year student sitting behind the teacher’s now yesterday?
2. (+) He was playing football yesterday
    (-) He was not playing football yesterday
    (?) was he playing football yesterday?
3. (+) They were working in the office yesterday
    (-) They were not working in the office yesterday
    (?) Were they working in the office yesterday?
5.SIMPLE FUTURE TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+shall+/will+V1+O
2. Negatif(-): S+shall/will+not+V1+O
3. Introgatif (?): Shall/will+S+V1+O

*Example:
1. (+) He will go to Pasir Panjang tomorrow morning
(-) He will not go to Pasir Panjang tomorrow morning
(?) Will he go to pasir Panjang tomorrow morning?
2. (+) I shall study hard next mounth
(-) I shall not study hard next mounth
(?) Shall I study hard next mounth?
3. (+) I am go to Singkawang tomorrow
(-) I am not go to Singkawang tomorrow
(?) Am I ga to Sngkawang tomorrow?

6.PAST FUTURE TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+should/would+V1+O
2. Negatif (-): S+should/would+not+V1+O
3. Introgatif (?): Should/would+S+V1+O

*Example:
1. (+) I should go to Mojosari next day
    (-) I should not go to Mojosari next day
    (?) Should I go to Mojosari next day?
2. (+) He would by a car the day before
    (-) He would not by a car the day before
    (?) Would He by a car the day before?
3. (+) He would come if you invited him
    (-) He would not come if you invited him
    (?) Would he come if you invited him?

7.PRESENT PERFECT TENSES
*Rumus:
1. Posituf   (+) : S+have/has+V3+O
2. Negatif    (-) : S+have/has+not+V3+O
3. Introgatif (?): Have/has+S+V3+O

*Example:
1. (+) We have learned English for two years
    (-) We have not learned English for two years
    (?) Have we learned English for two years?
2. (+) She has taught English since 1988
    (-) She has not taught English since 1988
    (?) Has she taught English since 1988?
3. (+) He has been to Jakarta before
    (-) He has not been to Jakarta before
    (?) Has he been to Jakarta before?

8.PAST PERFECT TENSES
*Rumus:
1. Positif    (+): S+had+V3+O
2. Negatif   (-): S+had not+V3+o
3. Intrigattif (?):Had+S+V3+O

*Example:
1. (+) The train had left before I arrived
    (-) The train had not left before I arrived
    (?) Had the train left before I arrived?
2. (+) I had copied the lesson before she come home
    (-) I had not copied the lesson before she come home
    (?) Had I copied the lesson before she come home?
3. (+) I had come home before I week three
    (-) I had not come home before I week three
    (?) Had I come home before I week three?

9.FUTURE CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif    (+): S+shall/will+be+Ving+O
2. Negatif   (-): S+shall/will+not+be+Ving+O
3. Introgatif (?): Shall/will+S+be+ving+O

*Example:
1. (+) I shall be waiting for you in this station at four
    (-) I shall not be waiting for you in this station at four
    (?) Shall I be waiting for you in this station at four?
2. (+) I shall be studying at this time tomorrow
    (-) I shall not be studying at this time tomorrow
    (?) Shall I be studying at this time tomorrow?
3. (+) I shall be waiting for you in this airport at three o’clock tomorrow evening
    (-) I shall not be waiting for you in this airport at three o’clock tomorrow evening
    (?) Shall I be waiting for you in this airport at three o’clock tomorrow evening?
10.PRESENT PERFECT CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif   (+): S+have/has+been+Ving+O
2. Negatif  (-): S+have/has+not+been+Ving+O
3. Itrogatif (?): Have/has+S+been+Ving+O

*Example:
1. (+) I have been going to Pantai Samudra for my holiday since 2002
    (-) I have not going to Painting Samudra for my holiday since 2002
    (?) Have I going to Pantai Samudra for my holiday since 2002?
2. (+) Mr.Burhanudin Simanjuntak has been teaching at SMK 2 MEI since 2003
    (-) Mr.Burhanudin Simanjuntak has not been teaching at SMK 2 MEI since 2003
    (?) Has Mr.Burhanudin Simanjuntak been teaching at SMK 2 MEI since 2003?
3. (+) She has been painting every day for a long time
    (-) She has not painting every day for a long time
    (?) Has she painting every day or along time?

11.PAST PERFECT CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif    (+): S+had+been+vVng+O
2. Negatif    (-) :S+had+not+been+Ving+O
3. Introgatif (?): Had+s+been+ving+o

*Example:
1. (+) Dodi had been looking for the girl for a year before he applied her
    (-) Dodi had not been looking for the girl for a year before heapplied her
    (?) Had Dodi been looking for the girl for a year before he applied her?
2. (+) I had been playing a football when they came
    (-) I had not been playing a football when they came
    (?) Had I been playing a football when they came?
3. (+) She had been cooking a vegetable when he came
    (-) She had not been cooking a vegetable when he came
    (?) had she been cooking a vegetable when he came?

12.FUTURE PERFECT TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+will/shall+have+V3+O
2. negatif (-) : S+will/shall+not+have+V3+O
3. Introgatif (?): Will/shall+S+have+V3+O

*Example:
1. (+) She will have written his lesson by time he go out
    (-) She will not have written his lesson by time he go out
    (?) Will she have written his lesson by time he go out?
2. (+) The game will finished by the time he get three
    (-) The game will not finished by the time he get three
    (?) Will the game finished by the time he get three?
3. (+) I shall have written a letter by eight o’clock tomorrow
    (-) I shall not have written a letter by eight o’clock tomorrow
    (?) Shall I have written a letter by eight o’clock tomorrow?
13.FUTURE PERFECT CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif    (+): S+shall/will+have+been+Ving+O
2. Negatif    (-): S+shall+will+not+have+been+Ving+O
3. Introgatif (?):Shall/will+S+have+been+Ving+O

*Example:
1. (+) I shall have been writing a letter at this time tomorrow
    (-) I shall not have been writing a letter at this time tomorrow
    (?) Shall I have been writing a letter at this time tomorrow?
2. (+) By next fast day I shall have been teaching here six mounths
    (-) By next fast day I shall not have been teaching here six mounths
    (?) By next fast day shall I have been teaching here six mounths?
3. (+) Next moon Hevy will have been studying here for two years
    (-) Next moon Hevy will not have been studying here for two years
    (?) Next moon will Hevy have been studying here for two years?

14.FUTURE PAST CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif    (+): S+should/would+be+Ving+O
2. Negatif    (-): S+should/would+not+be+V.ing+O
3. Introgatif (?): Should/would+S+be+V.ing+O

*Example:
1. (+) I should be finishing this home work at this time following week
    (-) I should not be finishing this home work at this time following week
    (?) Should I be finishing this home work at this time following week?
2. (+) We should be going to beach the following week
    (-) We should not be going to beach the following week
    (?) Should we be going to beach the following week?
3. (+) He would be flag ceremony at this time the following day
    (-) He would not be flag ceremony at this time the following day
    (?) Would he be flag ceremony at this time the following day?

15.FUTURE PAST PERFECT TENSES
*Rumus:
1. Positif    (+): S+should/would+have+V2+O
2. Negatif    (-): S+should/would+not+have+V2+O
3. Introgatif (?): Should/would+S+not+have+V2+O

*Example:
1. (+) I should have paif if I had come here
    (-) I should not have paif if I had come here
    (?) Should I have paif if I had come here?
2. (+) He would have sucses if he had worked here
    (-) He would not have sucses if he had worked here
    (?) Would he have sucses if he had worked here?
3. (+) She would have graduated if she had studied hard
    (-) She would not have graduated if she had studied hard
    (?) Would she have graduated if she had studied hard?

16.FUTURE PAST PERFECT CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif     (+): S+should/would+have+been+V.ing+O
2. Negatif     (-): S+should/would+not+have+been+V.ing+O
3. Inttrogatif (?): Should/would+S+have+been+V.ing+O

*Example:
1. (+) By last Febuary I should have been working this restaurant for one year
    (-) By last Febuary I should not have been working this restaurant for one year
    (?) should by last Febuary I have been working this restaurant for one year?
2. (+) By last July we should have been studying this school for three years
    (-) By last July we should not have been studying this school for three year
    (?) Should by last July we have been studying this school for three years?
3. (+) By last fast day he would have been living this apartement for five years
    (-) By last fast day he would not have been living this apartement for five years
    (?) Would by last fast day he have been living this apartement for five years?

Jumat, 10 Januari 2014

sahabat terpenting dalam hidup

salah satu orang terpenting dalam hidup saya saya selain orang tua , kakak atau adik adalah sahabat saya yang bernama kinanti hanifati .
dia adalah sahabatsaya dari kelas 1 sma . saya mengenal dia pada saat kami sama sama masuk di kelas 10-3 sma 103. kami pada saat itu tidak duduk satu bangku..tapi dari salah satu kegiatan wajib dari sekolah kami, kami mulai berteman baik..pada saat kami mengikuti ldks lah kami mulai menjadi teman akrab..
banyak sekali pengalaman yang benar benar menguji persahabatan kami hingga saat ini.
banyak juga moment penting yang sudah kami lewati ,,seperti saat saat menghadapi ujian negara yang cukup membuat kepala rasanya pusing luar biasa...
walaupun sekarang kami tidak sekolah di satu sekolah yang sama..tetapi kitatetap keep in touch.
persahabatan itu harus tetap dijaga sampai kapanpun..............
foto foto saya dan kinanti




monopoli

Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis".
Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black market).

 Definisi dari pasar persaingan oligopoli adalah kondisi pasar dimana didominasi oleh beberapa pelaku usaha yang memiliki skala produksi atau modal yang besar.
Bagaimana karakteristik dari pasar persaingan olipoli?
Menurut www.kppu.co .id, ada beberapa karakteristik umum dari pasar persaingan oligopoli yaitu antara lain:
Sejumlah kecil pelaku usaha menjual produk yang sama atau dapat saling menggantikan (close substitution).
Setiap pelaku usaha menjual produknya dengan menggunakan merek dagang (branded) untuk membedakan produknya dari produk pesaing.
Pada dasarnya terdapat entry barrier yang cukup signifikan dalam jangka panjang yang memungkinkan pelaku usaha untuk mendapatkan keuntungan diatas normal

suap
 Definisi suap (Undang-undang No. 11 tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap)
Pasal 2
... memberi atau menjanjikan sesuatu kepada seseorang dengan maksud untuk membujuk supaya orang itu berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dalam tugasnya, yang berlawanan dengan kewenangan atau kewajibannya yang menyangkut kepentingan umum, ...
Pasal 3
... menerima sesuatu atau janji, sedangkan ia mengetahui atau patut dapat menduga bahwa pemberian sesuatu atau janji itu dimaksudkan supaya ia berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dalam tugasnya, yang berlawanan dengan kewenangan atau kewajibannya yang menyangkut kepentingan umum, ..

undang undang anti monopoli
Undang-Undang Anti Monopoli No 5 Tahun 1999 memberi arti kepada monopolis sebagai suatu penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau kelompok pelaku usaha (pasal 1 ayat (1) Undang-undagn Anti Monopoli .
Sementara yang dimaksud dengan “praktek monopoli” adalah suatu pemusatan kekuatan ekonomi oleh salah satu atau lebih pelaku yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau jasa tertentu sehingga menimbulkan suatu persaingan usaha secara tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum Sesuai dalam Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Anti Monopoli.
1.1 Asas dan Tujuan Antimonopoli dan Persaingan Usaha
Pelaku usaha di Indonesia dalam menjalankan kegiatan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan kepentingan umum.
1.2 Tujuan
Undang-Undang (UU) persaingan usaha adalah Undang-undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (UU No.5/1999) yang bertujuan untuk memelihara pasar kompetitif dari pengaruh kesepakatan dan konspirasi yang cenderung mengurangi dan atau menghilangkan persaingan. Kepedulian utama dari UU persaingan usaha adalah promoting competition dan memperkuat kedaulatan konsumen.
1.3 Kegiatan yang dilarang dalan antimonopoly
Kegiatan yang dilarang berposisi dominan menurut pasal 33 ayat 2 adalah : 
 
Posisi dominan adalah keadaan di mana pelaku usaha tidak mempunyai pesaing yang berarti di pasar bersangkutan dalam kaitan dengan pangsa pasar yang dikuasai, atau pelaku usaha mempunyai posisi tertinggi di antara pesaingnya di pasar bersangkutan dalam kaitan dengan kemampuan keuangan, kemampuan akses pada pasokan atau penjualan, serta kemampuan untuk menyesuaikan pasokan atau permintaan barang atau jasa tertentu. 
 
Menurut pasal 33 ayat 2 “ Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.” Jadi, sektor-sektor ekonomi seperti air, listrik, telekomunikasi, kekayaan alam dikuasai negara tidak boleh dikuasai swasta sepenuhnya
 
sumber : www.google.com
http://gabriellfebrian.blogspot.com/2013/05/uu-anti-monopoli-dan-oligopoli.html
abdillahhafif.blogspot.com/.../undang-undang-anti-monopoli-dan.html

etika pasar bebas

Pasar bebas adalah system ekonomi yang lahir untuk mendongkrak system ekonomi yang tidak etis dan yang menghambat pertumbuhan ekonomi dengan member kesempatan berusaha yang sama, bebas, dan fair kepada semua pelaku ekonomi. Rasanya sia-sia kita mengharapkan suatu bisnis yang baik dan etis kalau tidak di tunjang system social politik dan ekonomi yang memungkinan untuk itu. Dengan kata lain, betapun etisnya etika pelaku bisnis, jika system ekonomi yang berklaku sangat bertentangan dengan nilai-nilai moral yang dianutnya, akan sangat menyulitkan. Betapa etisnya pelaku ekonomi, kalaupun system yang ada melanggengkan praktek-praktek bisnis yang tidak fair seperti monopoli, kolusi, manipulasi, dan nepotisme secara transparan dan arogan, akan sulit sekali mengharapkan iklim bisnis yang baik dan etis.
 
1. Keunggulan moral pasar bebas
Pertama, system ekonomi pasar bebas menjamin keadilan melalui jaminan perlakuan yang sama dan fair bagi semua pelaku ekonomi.
Kedua, ada aturan yang jelas dan fair, dan k arena itu etis. Aturan ini diberlakukan juga secara fair,transparan,konsekuen, dan objektif. Maka, semua pihak secara objektif tunduk dan dapat merujuknya secara terbuka.
Ketiga, pasar member peluanyang optimal, kendati belum sempurna, bagi persingan bebas yang sehat dan fair.
Keempat, dari segi pemerataan ekonomi, pada tingkat pertama ekonomi pasar jauh lebih mampu menjamin pertumbuhan ekonomi.
Kelima, pasar juga memberi peluang yang optimal bagi terwujudnya kebebasan manusia.

2. Peran Pemerintah
Syarat utama untuk menjamin sebuah system ekonomi pasar yang fair dan adil adalah perlunya suatu peran pemerintah yang sangat canggih yang merupakan kombinasi dari prinsip non-intervention dan prinsip campur tangan, khususnya demi menegakan keadilan.

Dengan kata lain, syarat utama bagi terwujudnya system pasr yang adil dan dengan demikian syarat utama bagi kegiatan bisnis yang baik dan etis adalah perlunya suatu pemerintah yang adil juga. Artinya, Pemerintah yang benar-benar bersikap netral dan tunduk pada aturan main yang ada, berupa aturan keadilan yang menjamin hak dan kepentingan setiap orang secara sama dan fair.

Maka siapa saja yang melanggar aturan main akan ditindak secara konsekuen, siapa saja yang dirugikan dak dan kepentingannya akan dibela dan dilindungi oleh pemerintah terlepas dari stastus social dan ekonominya. 

sumber : www.google.com
anandarfm.wordpress.com/category/etika-dan-pasar-bebas/
caeciliaajah.wordpress.com/2012/11/07/etika-pasar-bebas/

iklan dan dimensietisnya

Iklan pada hakikatnya merupakan salah satu strategi pemasaran yang bermaksud untuk mendekatkan barang yang hendak dijual kepada konsumen dengan kata lain mendekatkan konsumen dengan produsen.Sasaran akhir seluruh kegiatan bisnis adalah agar barang yang telah dihasilkan bisa dijual kepada konsumen.Dengan kata lain,pada hakikatnya secara positif iklan adalah suatu metode yang digunakan untuk memungkinkan barang konsumen dapat dijual  kepada konsumen.
            Untuk melihat persoalan iklan dari segi etika bisnis,kami ingin menyoroti empat hal penting, yaitu fungsi iklan, beberapa persoalan etis sehubungan dengan iklan, arti etis  dari menipu dalam iklan dan kebebasan konsumen
 
Fungsi iklan
   Iklan sebagai Pemberi Informasi  
iklan sebagai pemberi informasi menyerahkan keputusan untuk membeli kepada konsumen itu sendiri. Maka, iklan hanyalahmedia informasi yang netral untuk membantu pembeli memutuskan secara tepat dalam membeli produk tertentu demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena itu, iklan lalu mirip seperti  brosur. Namun, ini tidak berarti iklan yang informatif tampil secara tidak menarik. Kendati hanya sebagai informasi, iklan dapat tetap dapat tampil menarik tanpa keinginan untuk memanipulasi masyarakat.Sehubungan dengan iklan sebagai pemberi informasi yang benar kepada konsumen, ada tiga pihak yang terlibat dan bertanggung jawab secara moral atas informasi yang disampaikan sebuah iklan. Pertama, produsen yang memeiliki produk tersebut. Kedua, biro iklan yang mengemas iklan dalam segala dimensi etisnya: etis, estetik, infomatif, dan sebagainya. Ketiga, bintang iklan.   
  Iklan sebagai pembentuk pendapat umum 
 
 Secara etis, iklan manipulasi jelas dilarang karena iklan semacam itu benar-benar memanipulasi manusia, dan segala aspek kehidupannya, sebagai alat demi tujuan tertentu di luar diri manusia. Iklan persuasif sangat beragam sifatnya sehingga kadang-kadang sulit untuk dinilai etis tidaknya iklan semacam itu. Bahkan batas antara manipulasi terang-terangan dan persuasi kadang-kadang sulit ditentukan.
Untuk bisa membuat penilaian yang lebih memadai mengenai iklan persuasif, ada baiknya kita bedakan dua macam persuasi: persuasi rasional dan persuasi non-rasional. Persuasi rasional tetap mengahargai otonomi atau kebebasan individu dalam membeli sebuah produk, sedangkan persuasi non-rasional tidak menghiraukan otonomi atau kebebasan individu.
Suatu persuasi dianggap rasional sejauh daya persuasinya terletak pada isi argumen itu. Persuasi rasional bersifat impersonal.ia tidak di hiraukan siapa sasaran dari argumen itu.yang penting adalah isi argumen tepat.dalam kaitan dengan iklan,itu berati bahwa iklan yang mengandalkan persuasi rasional lebih menekankan isi iklan yang mau disampaikan .jadi,kebenaran iklan itulah yang ditonjolkan dan dengan demikian konsumen terdorong untuk membeli produk tersebut.maka,iklan semacam itumemang berisi informasi yang benar,hanya saja kebenaran informasi tersebut ditampilkan dalam wujud yang sedemikian menonjol dan kuat sehingga konsumen terdorong untuk membelinya.dengan kata lain,persuasinya didasarkan pada fakta yang bisa dipertanggung jawabkan
  Beberapa Persoalan Etis
Ada beberapa persoalan etis yang ditimbulkan oleh iklan, khususnya iklan yang manipulatif dan persuasif non-rasional. Pertama, iklan merongrong otonomi dan kebebasan manusia. Dalam banyak kasus ini jelas sekali terlihat. Iklan membuat manusia tidak lagi dihargai kebebasannya dalam menentukan pilihannya untuk membeli produk tertentu. Banyak pilihan dan pola konsumsi manusia modern sesungguhnya adalah pilihan iklan. Manusia didikte oleh iklan dan tunduk pada kemauan iklan, khususnya iklan manupulatif dan persuasif yang tidak rasional. Ini justru sangat bertentangan dengan imperatif moral Kant bahwa manusia tidak boleh diperlakukan hanya sebagai alat demi kepentingan lain di luar dirinya, termasuk dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pada fenomena iklan manipulatif, manusia benar-benar menjadi objek untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dan tidak sekedar di beri informasi untuk membantunya memilih produk tertentu.
Kedua, dalam kaitan dengan itu, iklan manipulatif dan persuasif non-rasional menciptakan kebutuhan manusia dengan akibat manusia modern menjadi konsumtif. Secara ekonomis hal ini tidak baik karena dengan demikian akan menciptakan permintaan ikut menaikkan daya beli masyarakat. Bahkan, dapat memacu prduktivitas kerja manusia hanya memenuhi kebutuhan hidupnya yang bertambah dan meluas itu. Namun, di pihak lain muncul masyarakat konsumtif, di mana banyak dari apa  yang dianggap manusia sebagai kebutuhannya sebenarnya bukan benar-benar kebutuhan.
Ketiga, yang menjadi persoalan etis yang serius adalah bahwa iklan manipulatif dan persuasif non-rasional malah membentuk dan menentukan identitas atau citra memiliki barang sebagaimana ditawarkan iklan. Ia belum merasa diri penuh kalau belum memakai minyak rambut seperti diiklankan bintang film terkenal, dan seterusnya. Identitas manusia modern lalu hanyalah identitas massal, serba sama, serba tiruan, serba polesan, serba instan.
Keempat, bagi masyarakat Indonesia dengan tingkat perbedaan ekonomi dan sosial yang tinggi, iklan merongrong rasa keadilan sosial masyarakat. Iklan yang menampilkan yang serba mewah sangat ironis dengan kenyataan sosial di mana banyak anggota masyarakat masih berjuang untuk sadar hidup. Iklan yang mewah tampil seakan tanpa punya rasa solidaritas dengan sesamanya yang miskin.
Makna Etis Menipu dalam Iklan
Entah sebagai pemberi informasi atau sebagai pembentuk pendapat umum, iklan pada akhirnya membentuk citra sebuah produk atau bahkan sebuah perusahaan di mata masyarakat. Citra ini terbentukk bukan terutama karena bunyi atau penampilan iklan itu sendiri, melainkan terutama terbentuk oleh kesesuaian antara kenyataan sebuah produk yang diiklankan dengan apa yang disampaikan dalam iklan itu, entah secara tersurat ataupun tersirat. Karena itu, iklan sering dimaksudkan sebagai media untuk mengungkapkan hakikat dan misi sebuah perusahaan atau produk.
Prinsip etika bisnis yang paling relevan di sini adalah prinsip kejujuran, yakni mengatakan hal yang benar dan tidak menipu. Prinsip ini tidak hanya menyangkut kepentingan banyak orang, melainkan juga pada akhirnya menyangkut kepentingan perusahaan atau bisnis seluruhnya sebagai sebuah profesi yang baik.
Secara singkat dapat disimpulkan bahwa iklan yang dan karena itu secara moral dikutuk adalah iklan yang secara sengaja menyampaikan pernyataan yang tidak sesuai dengan kenyataan dengan maksud menipu atau yang menampilkan pernyataan yang bisa menimbulkan penafsiran yang keliru pada pihak konsumen yang sesungguhnya berhak mendapatkan informasi yang benar apa adanya tentang produk yang ditawarkan dalam pasar. Dengan kata lain, berdasarkan prinsip kejujuran, iklan yang baik dan diterima secara moral adalah iklan yang mem beri pernyataan atau informasi yang benar sebagaimana adanya.

Kebebasan Konsumen
Setelah kita melihat fungsi iklan, masalah etis dalam iklan, dan makna etis dari menipu dalam iklan, ada baiknya kita singgung sekilas mengenai peran iklan dalam ekonomi, khususnya pasar. Iklan merupakan suatu aspek pemasaran yang penting, sebab iklan menentukan hubungan antara produsen dan konsumen. Secara lebih konkrit, iklan menentukan pula hubungan penawaran dan permintaan antara produsen dan pembeli, yang pada gilirannya ikut pula menentukan harga barang yang dijual dalam pasar.
Kode etik periklananan tentu saja sangat diharapkan untuk membatasi pengaruh iklan ini. Tetapi, perumusan kode etik ini harus melibatkan berbagai pihak: ahli etika, konsumen (atau lembaga konsumen), ahli hukum, pengusaha, pemerintah, tokoh agama dan tokoh masyarakat tertentu, tanpa harus berarti merampas kemandirian profesi periklanan. Yang juga penting adalah bahwa profesi periklanan dan organisasi profesi periklanan perlu benar-benar punya komitmen moral untuk mewujudkan iklan yang baik bagi masyarakat. Namun, kalau ini pun tidak memadai, kita membutuhkan perangkat legal politis, dalam bentuk aturan perundang-undangan tentang periklanan beserta sikap tegas tanpa kompromi dari pemerintah, melalui departemen terkait, untuk menegakkan dan menjamin iklan yang baik bagi masyarakat. 
 
sumber  : www.google.com
hengusblog.wordpress.com/2013/02/25/iklan-dan-dimensi-etisnya/
ratnaristy.blogspot.com/2012/11/bab-10-iklan-dan-dimensi-etisnya.html