Kamis, 09 Mei 2013

contoh surat lamaran kerja



jakarta, 10 Mei 2013

Hal : Lamaran Pekerjaan

Kepada Yth. :
Manajer Personalia
PT. sya la la 
 Jl. Raya rumah saya  No 12
jakarta



Dengan hormat,
Berdasarkan informasi Lowongan Pekerjaan yang dimuat di Koran  pada tanggal 19 april 2011 bahwa PT. sya la la  membutuhkan karyawan bagian administrasi kantor, maka dengan ini saya :

   Nama                                      : yanti fitriyani
   Tempat dan Tanggal Lahir : jakarta , 14 maret 1992
   Alamat                                     : jakarta timur                
   Pendidikan Terakhir             : Sarjana S1


Bermaksud untuk mengajukan lamaran untuk mengisi posisi bagian administrasi kantor di PT. sya la la.
Sebagai bahan pertimbangan, berikut ini saya lampirkan :
  1.    Daftar Riwayat Hidup
  2.    Foto copy Ijazah terakhir
  3.    Foto copy surat pengalaman kerja
  4.    Pas foto terbaru 4x6 berwarna 2 lembar
Besar harapan saya untuk dapat bergabung menjadi karyawan di PT. sya la la
Demikian Surat Lamaran Pekerjaan ini saya buat, atas perhatian dan kesempatan yang akan   diberikan, saya ucapkan banyak terima kasih



  Hormat saya,





(yanti fitriyani)

berpikir ilmiah

1 Pengertian berpikir ilmiah
a. Proses atau aktivitas manusia untuk menemukan/ mendapatkan ilmu.
b. Proses berpikir untuk sampai pada suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan.
c. Sarana berpikir ilmiah.
d. Sarana berpikir ilmiah merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh.
e. Tanpa penguasaan sarana berpikir ilmiah kita tidak akan dapat melaksanakan kegiatan berpikir ilmiah yang baik.
f. Merupakan alat bagi metode ilmiah dalam melakukan fungsinya dengan baik.
g. Mempunyai metode tersendiri yang berbeda dengan metode ilmiah dalam mendapatkan pengetahuannya sebab fungsi sarana berpikir ilmiah adalah membantu proses metode ilmiah.

 Berfikir ilmiah merupakan proses berfikir/ pengembangan pikiran yang tersusun secara sistematis yang berdasarkan pengetahuan-pengetahuan ilmiah,yang sudah ada/
- Berfikir Filsafat merupakan proses berfikir/ pengembangan pikiran berdasarakan ilmu-ilmu pengetahuan yang lebih dalam lagi, sehingga menghasilkan suatu pemikiran yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
3. Ilmu harus didasari dengan asumsi filsafat karena dengan filsafat, ilmu dapat lebih berkembang dan mendalam lagi.
4. Dalam berfikir tidak berdasarkan ilmu/ filsafat, hanya berfikir biasa saja. Tetapi kalau berfilsafat itu didalamnya mencakup kegiatan berfikir yang berdasarkan ilmu pengetahuan.
5. Pada saat membaca soal, saya pikir sangat mudah sekali soal yang diberikan, tetapi yang saya rasakan saat saya harus menjawab soal tersebut, terus terang saya kebingungan,jawaban yang bagaimana yang harus saya berikan. Saya tahu mengenai “berfikir, ilmu dan berfilsafat”, tetapi sulit mengungkapkannya.
1) Dengan mempelajari filsafat dan filsafat ilmu,maka kita sebagai manusia yang berfikir akan memperoleh pengetahuan yang lebih dikarenakan filsafat disini mengajak kita berfikir diatas berfikir, yaitu berfikir yang logis dan rasional dengan pembiktian-pembuktian yang ilmiah yang dapat diterima secara umum.
2) Ada
Berfikir biasa merupakan suatu proses pengembangan ide dan konsep yang tingkatannya masih terbatas atau sederhana karena prosesnya sanagtlah mudah dan hamp[ir semua orang dapat melakukannya.
berfikir ilmiah yaitu berfikir disini telah disusun secara sistematis mengenai sebuah objek tertentu yang menghasilkan pengetahuan ilmiah
Berfikir filsafat yaitu tahapan paling tinggi dari jenis berfikir, berfikir disini meliputi berfikir biasa, berfikir ilmiah dan berfilsafat.yaitu berfikir dengan logis dan rasional dengann segala pembuktian yang dapat di pertanggung jawabkan dan di terima oleh umum
3)karena jika ilmu tdk di asumsikan pada filsafat maka ilmu itu tidak akan berkembang dan menghasilkan pengetahuan yang baru,dan jika berfikir di asumsikan kepada filsafat maka ilmu itu akan terus berkembang
4) berfikir tidak mencakup berfilsafat, karena berfikir hanya sifatnya sederhana yang menghasilkan sesuatu yang biasa dan hampir semua orang bisa melakukannya,tetapi kalau filsafat mencakup kegiatan berfikir biasa, berfikir ilmiah, dan berfikir berfilsafat.dan tidak semua orang tidak bisa berfikir filsafat.
5) yang saya fikirkan pada saat membaca soal diatas adalah kita sebagai manusia harus bisa menggunakan akal kita untukberfikir, namun kita jangan mau hanya berfikir biasa karena hampir semua orang bisa melakukannya. jadi kita seharusnya harus mempunyai keinginan untuk berfikir sistematis/ tersusun dengan didasarkan pada pembuktian yang rasional/ berfilsafat. disamping itu juga kita harus mendasarkan pikiran kita kepada ilmu agama, karena dikhawatirkan kalau kita berfikir berfilsafat tanpa didasarkan pada ilmu agama maka akan mencelakakan diri kita sendiri.fungsi ilmu agama disini untuk mengajak kita berfikir sesuai dengan ajaran yang benar. jika kita berfikir berfilsafat, maka segala sesuatu didasarkan pada pembuktian-pembuktian yang ada, sedangkan hidup ini kita sebagai umat Islam ada sesuatu yang harus kita yakini yang tidak dapatdibuktikan atau didasarkan pada filsafat, tetapi kita harus percaya, contohnya peristiwa Isra Mi’raj.

Jumat, 03 Mei 2013

langkah langkah penulisan ilmiah

1.Pemilihan Topik
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pemilihan topik adalah:
 
a.Area Topik
Area topik memuat cakupan masalah yang akan diangkat dalam penulisan karya tulis ilmiah. Topik lebih luas daripada judul, karena topik mencakup isi pokok dan area yang akan dibahas dan ditulis.
 
b.Keterbatasan
Keterbatasan yang sering ditemui dalam pemilihan topik, seringkali adalah keterbatasan yang disesuaikan dengan: minat, kemampuan dilaksanakan, kemudahan dilaksanakan,  kemudahan dibuat menjadi masalah yang lebih luas, dan  manfaat.
 2.Pengumpulan Informasi
Prinsip-prinsip dasar yang harus diperhatikan sehubungan dengan pengumpulan informasi adalah:
a.Evaluasi instrumen, untuk mendapatkan data yang lebuh akurat dan konsisten. Evaluasi instrumen dilakukan dengan uji coba pengumpulan data dengan instrumen yang telah dibuat. Hasil uji coba akan diketahui melalui pengujian validitas dan reliabilitas.

b.Evaluasi terhadap sumber, untuk mempertanggungjawabkan data.
Penulis harus menentukan apakah data yang diperlukan dalam menulis karya tulis ilmiah berupa data primer, sekunder atau gabungan dari keduanya.

c.Pembuatan catatan, untuk memudahkan pencatatan dan pencarian kembali informasi yang telah dicatat. Catatan dapat dibuat dengan penggunaan kartu informasi, pembuatan sistem penulisan untuk menghubungan kartu informasi dengan daftar pustaka, serta pemilihan bentuk kutipan.
3. Survei Lapangan
Melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian
4. Menyusun Hipotesis
Menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari obyek penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek penelitian
5. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data
Setelah melakukan percobaan atas obyek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan terhadap obyek percobaan yang dilakukan tersebut.
6. Menganalsis dan menginterpretasikan data
Menganalisa dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan. Di langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data.
7. Merumuskan kesimpulan dan atau teori
Merumuskan kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan dan penginterpretasian data. Langkah ini mencoba untuk menarik kesimpulan dari semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian terhadap obyek penelitian
8. Penulisan Naskah
Langkah-langkah penulisan karya tulis ilmiah terdiri atas:
a)persiapan naskah pertama,
b)revisi naskah,
c)persiapan format,
d)editing akhir, dan

e) koreksi akhir (proof reading).